WHAT'S NEW?

Bukti Keselamatan Kerja Telah Menjadi Prioritas RGE

Selalu ada risiko dalam sebuah pekerjaan. Apalagi di sebuah perusahaan industri besar seperti Royal Golden Eagle (RGE). Dalam operasi perusahaannya hampir dipastikan ada bahaya yang dapat merusak keselamatan dan kesehatan kerja. RGE tidak memandang enteng hal tersebut. Bahkan, keamanan dalam bekerja menjadi prioritas mereka.

Source: Klik Riau

Royal Golden Eagle merupakan korporasi skala internasional yang bergerak dalam bidang sumber daya alam. Pertama kali berdiri pada 1973, mereka dikenal dengan nama Raja Garuda Mas. Industri yang ditekuninya mulanya adalah kelapa sawit. Namun, kini RGE telah berkembang pesat sedemikian besar. Mereka menerjuni bidang lain mulai dari pulp and paper, selulosa spesial, viscose fibre, hingga pengembangan energi.

Sebagai perusahaan bertaraf dunia, Royal Golden Eagle menjalankan operasinya dengan standar internasional. Artinya segala sesuatu dilakukan dengan standardisasi tinggi dan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Hal itu termasuk mengutamakan segi keselamatan dan kesehatan kerja. Grup yang pernah bernama Raja Garuda Mas tersebut bahkan dengan serius memasukkan segi keamanan bekerja dalam kerangka kerja berkelanjutan perusahaan.

RGE mencantumkannya ke dalam poin ketiga yang merupakan aspek praktik-praktik bertanggung jawab di tempat kerja. Segi tersebut berisi komitmen untuk menghormati hak-hak asasi manusia. Selain itu, semua perusahaan-perusahaan dalam grup Royal Golden Eagle bertekad untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, produktif dan kondusif.

Bersamaan dengan itu, Royal Golden Eagle mengajak karyawan untuk ikut aktif bertanggung jawab di menjaga keamanan bekerja. Secara rinci, RGE menghargai deklarasi ILO tentang prinsip-prinsip fundamental dan hak-hak di lingkungan kerja. Grup yang dulu bernama awal Raja Garuda Mas ini juga menerapkan praktik-praktik terbaik dalam perekrutan tenaga kerja, memenuhi ketentuan hukum, dan praktik yang berbudaya.

Bukan hanya itu, RGE ikut menghargai kebebasan berserikat dan kebhinekaan di tempat kerja. Penyediaan fasilitas bekerja yang aman dan higienis sebagai bagian dari paket kerja juga termasuk di dalam langkah yang diterapkan dalam operasi perusahaan keseharian.

Aspek keselamatan dan keamanan bekerja bahkan ditegaskan hingga ke para subkontraktor. RGE mewajibkan para pemasok untuk melengkapi perlengkapan para pekerjanya demi melindungi diri mereka dari paparan hal-hal yang dapat membahayakan keselamatan dan kesehatan. Hal ini persis seperti praktik di dalam perusahaan.

Royal Golden Eagle juga menolak sejumlah praktik tidak bertanggung jawab di tempat kerja. Mereka tidak menoleransi sama sekali langkah mempekerjakan anak, kerja paksa,  atau segala bentuk perbudakan. Begitu pula halnya dengan semua bentuk diskriminasi, pelecehan, dan pemaksaan.

Pemaparan secara rinci tersebut bertujuan untuk memastikan keselamatan dan keamanan kerja di dalam perusahaan berjalan baik. Namun, Royal Golden Eagle tidak hanya memaparkan teori belaka. RGE juga serius mempraktikkanya secara nyata. Salah satu contoh yang ada di salah satu anak perusahaannya, yakni PT Riau Andalan Pulp & Paper (PT RAPP).

SAFETY CAMPUS DI PT RAPP


Source: Hallo Riau

PT RAPP merupakan lini bisnis Royal Golden Eagle yang bernaung di bawah APRIL Group. Mereka bergerak dalam bidang industri pulp and paper dan berbasis di Pangkalan Kerinci, Riau.

Keselamatan dan keamanan kerja telah menjadi komitmen serius di PT RAPP. Mereka menunjukkannya dengan membangun Safety Campus di dalam kompleks perusahaan. Dalam area ini, terdapat sejumlah ruang untuk memberikan materi pembelajaran tentang praktik bekerja yang aman. Selain itu, terdapat sejumlah fasilitas untuk melakukan praktik langsung.

PT RAPP memanfaatkan Safety Campus secara maksimal. Salah satu contohnya terjadi pada 6 Februari 2017. Dilaporkan oleh Riausky, Loss Prevention and Control (LP&C) PT RAPP menggelar seminar keselamatan dan keamanan kerja selama dua hari di sana.

Dalam kegiatan tersebut terdapat pemaparan sejumlah materi khusus seperti keselamatan bekerja di tempat tinggi dan keamanan kerja di lokasi terbatas. Dua materi tersebut masih dilengkapi dengan penjelasan tentang isolation, suatu prosedur untuk menjamin mesin atau alat berbahaya secara tepat telah dimatikan dan tidak akan menyala kembali selama pekerjaan berbahaya, perbaikan, atau perawatan.

PT RAPP mendatangkan pemateri dari tim Health-Safety & Environmental Royal Golden Eagle dari Jakarta dalam seminar tersebut. Tujuannya agar para karyawan dari berbagai unit bisnis di RAPP tahu persis tentang keamanan dan keselamatan kerja.

Bukan hanya para karyawan anak perusahaan RGE tersebut yang mendapatkan manfaat Safety Campus. Pihak lain seperti para siswa sekolah di sekitar lokasi perusahaan juga memperoleh ilmu serupa.

Dalam seminar, PT RAPP sengaja mengundang sekolah-sekolah yang berada di Pangkalan Kerinci, diantaranya SMAN 1  dan SMKN 1 Pangkalan Kerinci. Para guru diundang turut serta agar dapat menyampaikan risiko dalam melakukan praktik lapangan di sekolah.

“Perusahaan terus berkomitmen mematuhi regulasi (UU Nomor 1 Tahun 1970, Red.) karena ingin melindungi para pekerja dan lingkungan. Jika tidak, perusahaan akan tidak bisa berkembang seperti sekarang,” ujar Manajer LP&C PT RAPP, Robert Sitorus.

KAMPANYE KESELAMATAN KERJA



Source: Klik Riau

Selain mengadakan berbagai pelatihan keselamatan kerja, PT RAPP juga kerap menggelar beragam kegiatan untuk terus mengingatkan keamanan bekerja para karyawannya. Misalnya dilakukan ketika bulan keselamatan kerja hadir seperti pada Januari 2014 lalu di kompleks perusahaan.

Dilaporkan oleh KlikRiau, saat itu anak perusahaan RGE tersebut menggelar lomba aksi keselamatan kerja seperti Toolbox Meeting, pemadaman kebakaran, lomba P3K (First Aider), dan praktik safety driving. Salah satu yang  menarik perhatian adalah aksi pemadaman kebakaran.

Dalam lomba tersebut, panitia membuat sejenis simulasi kebakaran dengan membakar tumpukan bahan-bahan yang mudah terbakar seperti ban, pakaian dan kasur bekas. Setelah api membesar peserta dipersilakan menyiapkan peralatan dan timnya untuk segera memadamkan api. Setelah api berhasil dipadamkan, peserta wajib merapikan kembali alat yang dipakai seperti semula. Aksinya dinilai dewan juri dalam waktu yang telah ditetapkan.

Lomba First Aider tak kalah menarik. Para peserta yang terdiri dari 3 orang dalam 1 tim diberi waktu selama 20 menit untuk mendemonstrasikan proses penyelamatan korban yang berjumlah satu hingga tiga orang dengan berbagai macam skenario kecelakaan yang dipilih secara acak. Contohnya situasi pekerja yang tertabrak forklift, jatuh dari ketinggian, menghirup gas kimia, atau tertimpa kayu.

Peserta yang mengikuti lomba juga tidak sembarangan. Sebelumnya mereka telah mendapat pelatihan khusus tentang pertolongan pertama pada kecelakaan kerja dari berbagai pihak yang kompeten seperti SOS International.

Selain beragam lomba, bulan keselamatan kerja kerap dimanfaatkan oleh PT RAPP untuk menggelar kampanye keamanan bekerja. Hal ini dilakukan dengan cara menggelar pameran alat keselamatan hingga mendatangi sekolah-sekolah untuk memberi penjelasan khusus.

Keseriusan itu berbuah manis. PT RAPP kerap mendapatkan penghargaan tentang keselamatan kerja. Salah satunya berupa Bendera Emas yang diperoleh pada 10 September 2015.

Bendera Emas merupakan penghargaan yang membuktikan keberhasilan sebuah pihak dalam menjalankan keamanan dan keselamatan kerja. Pihak yang meluncurkannya adalah Kementerian Tenaga Kerja. Dalam momen tersebut, PT RAPP menyabet sebelas Bendera Emas.

Praktik di PT RAPP hanya salah satu contoh bukti keselamatan dan keamanan kerja telah menjadi prioritas di Royal Golden Eagle. Di berbagai anak perusahaan RGE lainnya, situasinya tak jauh berbeda. Kesehatan dan bekerja yang aman dipraktikkan secara nyata.

0 comments:

Post a Comment