WHAT'S NEW?

Pentingnya Ketersediaan Perlengkapan Medis untuk Futsal

Berolah raga adalah salah satu hobi yang banyak memberi kita manfaat terutama bagi kesehatan. Terkadang banyak orang tidak dapat menyempatkan waktunya untuk berolah raga, namun bila olah raga ini dikemas dalam permainan yang kita sukai akan lain ceritanya, seperti permainan futsal. Saat ini telah banyak klub-klub futsal yang dibentuk baik profesional maupun klub futsal antar kelas atau kampung. Banyak pula berdiri stadion futsal bahkan di daerah yang jauh dari perkotaan. Sayangnya tak banyak diantara stadion-stadion tersebut yang menyadari pentingnya ketersediaan perlengkapan medis untuk futsal.


Perlengkapan medis sama pentingnya dengan perlengkapan olah raga yang lain. Jika dalam stadion harus terdapat lapangan dan bola, begitupun dengan kotak P3K harus berisi perlengkapan medis yang memadai dan lengkap. Hal ini masih jarang disadari oleh para pemilik stadion terutama stadion-stadion kecil, sehingga apabila terjadi kecelakaan akan mengalami kesulitan dalam penanganannya dikarenakan tidak adanya perlengkapan medis yang diperlukan.

Berikut ini adalah daftar perlengkapan medis untuk futsal yang wajib ada dalam kotak P3K stadion-stadion futsal:

  1. Kantung es.
  2. Perban berbagai ukuran.
  3. Kapas.
  4. Balsem.
  5. Pinset.
  6. Kasa steril.
  7. Gunting.
  8. Balsem.
  9. Antibiotik spray.
  10. Betadine.
  11. Alkohol 70%.
  12. Antalgin.
  13. Rivanol.
  14. Chloroetil (obat semprot penghilang sakit).

Selain menyediakan perlengkapan medis yang memadai, pemilik stadion pun seharusnya membekali pegawainya bagaimana cara-cara penanganan apabila terjadi kecelakaan akibat olah raga. Bagaimana yang harus dilakukan bila terjadi pendarahan, pembengkakan atau sampai terjadinya ketidaksadaran penderita. Walaupun pastinya semua berharap hal ini tidak perlu dilakukan namun tetap harus ada kewaspadaan, apalagi penanganan pertama sangat penting untuk kemudahan perawatan selanjutnya.

Cidera akibat olah raga yang sering dijumpai adalah benturan, keseleo dan kejang otot. Ketiganya memerlukan penanganan secepatnya agar penderita tidak merasa kesakitan. Berikut prosedur standar penanganan untuk ketiga cidera tersebut yang biasa disingkat RICE:

  • Rest (diistirahatkan)
Segera hentikan permainan dan istirahatkan bagian tubuh yang mengalami cidera. Lama proses istirahat tergantung berat ringan kondisinya. Setelah terasa baik, lakukan gerakan ringan terlebih dahulu

  • Ice Pack (dinginkan atau kompres dengan kantung es)
Kompreslah dengan es selama 15 menit, hentikan 30 menit lalu ulangi lagi. Bisa dilakukan sampai terasa baik kembali. Kompres es ini bertujuan mengurangi pembengkakan dan menghentikan perdarahan juga bisa mengurangi rasa sakit. Cara ini juga bisa diganti dengan menyemprotkan Chlorethyl Spray pada bagian yang luka atau cidera.

  • Compression (balut atau perban)
Tujuan utama dilakukan pembalutan adalah untuk mengurangi gerak dan mencegah iritasi dari luar. Lakukan menggunakan kasa steril.

  • Elevation (ditinggikan)
Mengangkat bagian tubuh yang cidera melebihi tinggi jantung. Hal ini bertujuan mengurangi pembengkakan dan mengurangi pendarahan.

Selain pengetahuan di atas, keahlian memijat dan mengurut juga diperlukan sebagai ketrampilan dasar pegawai stadion futsal. Sedangkan untuk penderita penyakit tertentu disarankan agar selalu membawa obat pribadi mereka, seperti penderita asma atau epilepsi.

Dari ulasan diatas dapat disimpulkan bahwa kecelakaan atau cidera dalam berolah raga sangat mungkin terjadi, sedangkan cidera otot ataupun pendarahan membutuhkan penanganan yang cepat. Karenanya penting untuk melengkapi stadion dengan perlengkapan medis untuk futsal dan membekali baik pegawai, pemilik bahkan para pemain futsal cara-cara penanganan pertama cidera akibat olah raga. Hal ini akan sangat membantu proses penyembuhan ataupun perawatan selanjutnya bila memang dibutuhkan seperti pertolongan dokter atau pembedahan.

0 comments:

Post a Comment